










Kami pertama kali saling mengenal — tanpa pernah menyangka bahwa pertemuan itu akan menjadi awal dari sesuatu yang berarti.
Pertemuan pertama. Singkat, tapi meninggalkan kesan mendalam.
Kami sempat hilang kontak. Mungkin semesta sedang memberi ruang untuk saling tumbuh sendiri-sendiri.
Takdir mempertemukan kembali. Kali ini, hati kami lebih siap untuk mengenal lebih dalam.
Kami memutuskan untuk menjalin hubungan. Bukan karena segalanya sempurna, tapi karena kami ingin saling melengkapi.
Dengan keyakinan dan restu keluarga, kami bertunangan. Melangkah lebih serius menuju masa depan bersama.
Kini, kami mengundang keluarga dan sahabat untuk menjadi saksi awal dari babak baru hidup kami.
Sebuah perjalanan yang tidak instan, tapi penuh makna.
Bismillah... kami siap menuju halal.